Skenario

Skenario 1:

Berdasarkan hasil pengamatan petugas lapangan tidak ditemukan kejadian di bulan Januari 2017. Pelaporan ke SMS gateway Sehat Satli dilakukan oleh [NAMA MASING-MASING]

 

 

Skenario 2:

Kawasan [TULISKAN NAMA LOKASI KEJADIAN DI WILAYAH KERJA ANDA] secara administratif berada di [LOKASI WILAYAH KERJA ANDA-RT/RW, Nama Desa, Nama Kecamatan Nama Kabupaten, Nama Provinsi]. Kawasan ini merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang sering dikunjungi masyarakat. Terletak pada [KOORDINAT GPS untuk LOKASI KEJADIAN dalam Format Degree Minute Second], pengunjung akan dimanjakan dengan pesona alam yang ada.

Namun pada tanggal 1 Maret 2017, Kepala BKSDA Jawa Tengah, mendapatkan laporan dari salah satu stafnya [NAMA MASING_MASING] [ALAMAT RUMAH DAN NO TELP MASING_MASING] tentang ditemukannya 3 ekor burung Kutilang mati (Pycnonotus sp) di Kawasan [TULISKAN NAMA LOKASI KEJADIAN DI WILAYAH KERJA ANDA]. Ketiga ekor burung tersebut ditemukan mati di daerah yang berdekatan. Berdasarkan pengamatan dan laporan stafnya diketahui bahwa burung tersebut mati dengan tanda-tanda luka terbuka di bagian perut dan kepala, diduga dimangsa oleh predator.

Dari 3 ekor burung yang ditemukan, 1 ekor burung sudah dalam keadaan busuk dan 2 ekor burung masih dalam keadaan utuh. Jarak ditemukan ke tiga ekor tersebut tidak jauh yaitu dalam satu area sekitar 100M2.

Berdasarkan hasil pengamatan bahwa burung tersebut mati bukan disebabkan dari penyakit tindak lanjut yang dilakukan adalah melakukan surveilans untuk kejadian yang sama dan dilaporkan ke Kepala BKSDA Jawa Tengah.

 

 

Skenario 3:

Pada tanggal 12 Desember 2016, Seorang petugas PEH yang bernama [NAMA MASING_MASING] [ALAMAT RUMAH DAN NO TELP MASING_MASING] yang sedang melakukan patroli bersama koleganya [TULISKAN SALAH SATU NAMA KOLEGA ANDA] menemukan seekor Lutung (Trachypithecus obscurus) yang tergeletak diatas dahan dengan keadaan tidak bernafas. Lutung tersebut ditemukan didaerah lereng di wilayah kerja petugas yang berbatasan dengan daerah pedesaan. Lutung tersebut terlihat mengalami luka diduga terkena tembakan di bagian dada. Petugas yang menemukan bersama-sama mencoba mendekati Lutung tersebut dan melakukan pengamatan lebih dekat dan terlihat bahwa satwa tersebut sudah mati.

Lokasi ditemukannya Surili ini berada di perbatasan [LOKASI WILAYAH KERJA ANDA-RT/RW, Nama Desa, Nama Kecamatan Nama Kabupaten, Nama Provinsi]dengan lokasi koordinat [KOORDINAT GPS untuk LOKASI KEJADIAN dalam Format Degree Minute Second]. Komunikasi dan pelaporan dilakukan kepada Kepala UPT mengenai temuan petugas lapangan ini.

Berdasarkan pengetahuan petugas diketahui bahwa Lutung sering dianggap hama didaerah perbatasan ini karena sering mengambil hasil kebun masyarakat. Tindak lanjut dan verifikasi Dokter Hewan tidak dilakukan karena luka tembak yang ditemukan pada satwa. Satwa Lutung yang mati kemudian diamankan untuk barang bukti dan dibuat berita acara dan dokumen laporan kejadian.

 

 

Skenario 4:

Pada tanggal 15 Januari 2017, Salah satu petugas lapangan dari [TULISKAN MASING_MASING NAMA INSTANSI] yang bernama [NAMA MASING_MASING] [ALAMAT RUMAH MASING_MASING] menemukan Rusa Timor (Rusa timorensis) mati dipadang rumput dengan koordinat [KOORDINAT GPS untuk LOKASI KEJADIAN DI WILAYAH KERJA ANDA dalam Format Degree Minute Second] dimana biasa ditemukan para satwa merumput. Dari hasil pemeriksaan fisik dapat dipastikan bahwa rusa bukan mati akibat serangan predator atau karena perburuan. Tidak terlihat jelas tanda-tanda umum pada satwa mati, salah satu yang tanda yang terlihat hanyalah adanya darah yang keluar dari lubang-lubang kumlah (anus, mulut dan hidung). Petugas [NAMA MASING_MASING] kemudian mengambil sampel berupa spesimen darah yang keluar dari lubang-lubang kumlah dan mengambil foto yang diperlukan

http://agrilifecdn3.tamu.edu/wp-content/uploads/2016/09/AnthraxDeer.png

Petugas [NAMA MASING_MASING] kemudian melaporkan kepada Kepala [TULISKAN MASING_MASING NAMA INSTANSI]dan meminta bantuan Dokter Hewan untuk melakukan verifikasi terhadap temuan ini. Verifikasi dilakukan oleh Drh Nur dengan melakukan pemeriksaan informasi yang dikumpulkan dan wawancara dengan Petugas [NAMA MASING_MASING]. Sampel yang diterima kemudian dikirimkan ke BBVET Wates untuk dilakukan pemeriksaan terhadap penyakit Anthraks.

[HASIL VERIFIKASI DOKTER HEWAN TERLAMPIR]

Pada tanggal 25 Januari 2017, hasil pemeriksaan laboratorium disampaikan kepada Drh. Nur dan kepala [NAMA INSTANSI MASING_MASING]. Hasil menunjukan positif Anthraks. Berdasarkan diskusi yang dilakukan dengan beberapa staf di UPT/BKSDA bersama-sama Drh Nur dan UPT/BKSDA memutuskan untuk melakukan Investigasi lanjutan untuk memastikan penyakit ini tidak membahayakan konservasi Rusa dan satwa lainnya di TN/BKSDA. Satwa-satwa mati cukup jauh dengan jarak (± 15 KM) dengan pemukiman terdekat

Tim Investigasi dibentuk dengan juga melibatkan pihak eksternal yaitu dari FKH UNAIR, BBVET Wates, Kementan dan KemenLHK.

[INVESTIGASI LANJUTAN]

Berdasarkan hasil investigasi diketahui lebih lanjut bahwa secara total jumlah satwa yang ditemukan mati dengan gejala yang sama pada masa periode investigasi (tgl 27 Januari-2 Februari 2017) adalah 4 ekor dengan satwa

Image result for deer with anthrax Berdasarkan pemeriksaan lanjutan semua menunjukan gejala positif terhadap Anthraks. Satwa-satwa tersebut ditemukan dalam radius 1 KM2 . Juga diketahui bahwa curah hujan cukup tinggi pada Bulan Januari 2017. Dari hasil diskusi internal tim Investigasi direkomendasikan bahwa TN/BKSDA akan melakukan surveilans secara intensif dilokasi tempat ditemukan satwa dalam radius lebih dari 10 KM2.

 

 

Skenario 5:

Di [TULISKAN NAMA LOKASI KEJADIAN DI WILAYAH KERJA ANDA] yang berlokasi di [LOKASI WILAYAH KERJA ANDA-RT/RW, Nama Desa, Nama Kecamatan Nama Kabupaten, Nama Provinsi] selama 2 hari belakangan menemukan burung Koak Abu (Nycticorax nycticorax) yang mati (dari informasi yang diperoleh dari Keeper ditemukan burung Koak Abu umur 3 tahun mati mendadak dan umur 2 tahun mati dengan menunjukan gejala mengeluarkan cairan dimulutnya). Pada hari ini tanggal 8 Mei 2016, salah satu keeper yang bernama [NAMA MASING_MASING] [ALAMAT RUMAH MASING_MASING] juga melaporkan hal yang sama pada burung Koak Abu dengan umur yang sama. Ketiga satwa tersebut ditemukan pada lingkungan kandang yang sama dengan titik koordinat [KOORDINAT GPS untuk LOKASI KEJADIAN dalam Format Degree Minute Second]

Temuannya ini kemudian dilaporkan kepada Drh. Nur yang bertanggung jawab untuk manajemen kesehatan di UPT/BKSDA. Drh. Nur kemudian mengambil sampel dari burung yang mati tersebut berupa sampel utuh burung dan dikirim ke BBVET Wates untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak manajemen dan keeper adalah melakukan karantina/pengamanan lokasi kejadian untuk satwa lain sekandang dan melakukan desinfeksi kandang dan melakukan observasi secara terus menerus untuk satwa lainnya

[LIHAT HASIL VERIFIKASI DOKTER HEWAN]

Drh. Nur menerima telepon dari BBVET Wates untuk memberitahukan bahwa sampel yang dikirim positif untuk Influenza A H5. Kemudian Drh. Nur melaporkan hasil temuannya dan berkoordinasi dengan pihak BKSDA Jawa tengah. Mengetahui hal ini pihak BKSDA dan Drh Nur merasa penting untuk melakukan beberapa tindakan lebih lanjut berupa investigasi yang lebih mendalam dan melibatkan pihak BBVET Wates, Dinas Kesehatan dan juga melakukan proses karantina untuk kandang burung. Sementara pihak manajemen juga melakukan pemberhentian kunjungan untuk para pengunjung dan segera melakukan proses desinfeksi pada kandang-kandang burung.

Dalam proses investigasi bersama terdapat beberapa faktor risiko yang ditemukan yaitu adanya bagian dari kawasan yang seringkali didatangi sekelompok burung air. Kawasan ini oleh pihak manajemen ditutup dan diawasi dengan harapan memperkecil kemungkinan transmisi penyakit dari luar kawasan.

Pengawasan/surveilans dilakukan terhadap burung Koak Abu ini oleh pihak BKSDA bersama-sama pihak BBVET untuk dilakukan pengambilan sampel untuk burung Koak Abu. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah burung Koak Abu ini adalah carrier pembawa penyakit flu burung (Avian Influenza) atau tidak.