Panduan Teknis Formulir Laporan Umum

Laporan Umum

 

 

I. 1 (Data Laporan Awal)

Sebelum mengisi formulir umum, petugas lapangan (PEH/Polhut/Keeper) diwajibkan untuk mengirimkan pesan pendek (SMS) dengan format tertentu

Laporan umum adalah  Laporan yang dilaporkan dalam bentuk formulir untuk merekam semua jenis kejadian berkaitan dengan satwa liar untuk insitu atau eksitu ketika petugas lapangan (PEH/Polhut) dan keeper ketika menemukan kejadian kematian satwa atau satwa sakit atau berdasarkan laporan dari masyarakat terkait kematian satwa/ satwa sakit yang diterima dan dikonfirmasi langsung oleh petugas.

Laporan Umum terdiri 3 bagian, yaitu

I. DATA LAPORAN AWAL merupakan bagian 1 yang berisi tentang data laporan awal yang diisi oleh PEH/Polhut/Keeper.

Pada sub bagian I. DATA LAPORAN AWAL terdapat beberapa sub bagian, yaitu:

I.1. Data Sumber Informasi Kejadian

I.2. Data Kejadian

I.3. Data Petugas Lapangan yang Berpartisipasi

 

II. VERIFIKASI OLEH DOKTER HEWAN merupakan bagian 2 yang berisi verifikasi yang akan dilakukan oleh Dokter Hewan.

III. DIKETAHUI/MENGETAHUI merupakan bagian 3 yang berisi tentang persetujuan Kepala UPT terkait dengan laporan umum

Laporan umum sifatnya Wajib Dilaporkan saat ada kejadian ATAU jika dalam 1 bulan tidak ada kejadian sama sekali. Jika tidak ada kejadian, maka dilaporkan setiap bulan maksimal tanggal 7 bulan berikutnya untuk pemutakhiran data dari bulan sebelumnya.

I.1 Data Sumber Informasi Kejadian

Terdiri dari 5 pertanyaan untuk melakukan identikasi pemberi informasi primer

No 2-6 Diisi dengan data informasi umum pemberi informasi primer yang meliputi nama, jenis kelamin, pekerjaan, No Telp/HP dan alamat lengkap (nama kabupaten, kecamatan, desa termasuk RT/RW)

I.2. Data Kejadian

Terdiri dari 17 pertanyaan yang merupakan rangkaian pertanyaan untuk merekam informasi data kejadian/event/kasus.

No 7-9 Diisi dengan data wilayah dimana kasus atau event ditemukan.

Pertanyaan no 7 adalah pilihan untuk menjelaskan wilayah kerja ditemukannya nya kasus/event (KSDA atau Taman Nasional)

Pertanyaan no 8 adalah menyebutkan nama wilayah kerja (KSDA atau Taman Nasional) sebagai contoh: BKSDA Jawa Tengah atau Taman Nasional Teso Nilo

Pertanyaan No 9 diisi dengan nama lokasi se spesifik mungkin dengan mengacu kepada nama lembaga konservasi atau nama wilayah kerja ditemukan kasus/event

No 10-11 Diisi dengan detil nama lokasi kejadian termasuk jenis lokasi kejadian (in situ dan ek situ), lokasi kejadian (Nama Provinsi, Nama Kab/Kota, Nama Kecamatan, Nama Kelurahan/Desa)

No 12 merupakan deskripsi atau gambaran umum dari lokasi event/kasus tempat ditemukan yang dituliskan dengan format naratif, juga ditambahkan keterangan suhu; curah hujan; cuaca; keadaan vegetasi; dll.

Contoh: “Satwa Orang Utan ditemukan dalam keadaan mati di daerah aliran sungai Kapuas mendekati (± 100 meter) jalan setapak. Lokasi satwa ditemukan mati merupakan bagian dari TN Betung Kerihung. . Lokasi satwa kurang lebih 28 KM dari batas terdekat TN Betung Kerihun. Lokasi satwa ditemukan merupakan hutan primer. Pada lokasi satwa ditemukan mati, tidak terlihat satwa lain. Kondisi lokasi satwa tidak memperlihatkan perubahan ekosistem yang berarti. Hal lain yang menarik, adalah adanya terlihat banyak daun dan ranting yang jatuh dibandingkan lokasi lainnya. Suhu pada saat ditemukan satwa adalah 36 0C dengan kelembaban yang cukup tinggi yaitu 92%. Saat ditemukan satwa ini curah hujan cukup rendah dan ini terlihat berdampak pada situasi vegetasi yang cukup mongering ditempat ditemukan satwa.

No 13 Diisi dengan koordinat GPS dengan format derajat desimal

No 14 Mengacu kepada daftar satwa yang dilindungi yang ditetapkan oleh KemenLHK. Terdapat 236 satwa yang terdaftar sebagai satwa yang dilindungi, dimana terdapat 25 satwa prioritas sebagai berikut:

 

Harimau sumatra Gajah Sumatera
Maleo Badak Jawa Rhinoceros sondaicus dan Badak Sumatera Dicherorhinus sumatrensis
Babi Rusa Banteng jawa
Owa jawa Anoa
Orangutan Elang
Bekantan Kakatua lima
Komodo Macan tutul
Jalak bali Rusa bawean
Surili Cendrawasih
Monyet hitam Sulawesi Tarsius
Nuri kepala hitam Julang sumba
Kanguru pohon Penyu
Celepuk rinjani  

No 15 merupakan detil isian nama satwa yang ditemukan dalam keadaan mati/sakit, berikut adalah keterangan yang dapat diisi pada pertanyaan No 15

Nama Umum/Spesies Nama Lokal (jenis) Nama Latin Kelompok Umur Jumlah Mati (ekor) Jumlah Sakit (ekor) Estimasi Populasi yang berada dalam risiko
Nama satwa spesifik Nama latin jika diketahui Dewasa/Remaja/
Anakan
Jumlah satwa yang ditemukan mati Jumlah satwa yang ditemukan sakit Jumlah estimasi satwa yang dlam risiko

No 16 merupakan bagian dari formulir untuk diisi dengan tanda umum yang terlihat pada satwa ketika ditemukan. Dibedakan menjadi dua situasi yaitu (1) jika satwa ditemukan mati dan (2) jika satwa ditemukan hidup.

Untuk satwa ditemukan mati, tanda-tanda yang bisa dipilih adalah:

  1. Perdarahan; (2) Keguguran; (3) Gigitan; (4) Luka/lepuh; (5) Lainnya, sebutkan________

Untuk satwa ditemukan sakit, tanda-tanda yang bisa dipilih adalah :

(1) batuk

(5)keguguran (9) lumpuh (13)mata bernanah (17) Pincang  
(2) gatal (6)kelainan perilaku

(10) liur berlebihan

(14) mata peka cahaya

(18) rahim keluar

(3) gila galak (7) keropeng mulut (11) Luka (15) mencret

(19) telinga keluar nanah

(4) hidung beringus

(8) lemah (12)luka berdarah (16) muntah

(20) sendi bengkak

(21) Lainnya sebutkan__

No 18 merupakan isian untuk kronologis kejadian. Isian dari pertanyaan diisi dengan deskripsi kronologis mulai dari awal ditemukan satwa sampai dengan observasi dan pengambilan data selesai. Pada keterangan tambahan juga diharpakan dimasukan periode tanggal observasi dan total jenis kelamin dari satwa ditemukan jika satwa yang ditemukan dalam jumlah yang cukup banyak

No 19-20

Didalam pertanyaan ini juga terdapat detail informasi perihal sampel jika dilakukan pengambilan sampel ulang. Didalam pertanyaan ini terdapat informasi detail dari sampel yang diambil (jika diambil). Isian yang diisi adalah (1) jenis sampel; (2) jenis sampel; (3) tipe pengujain (3) kode sampel (4) tanggal pengambilan sampel dengan format dd/mm/yyyy; (5) waktu pengambilan sampel dan (6) nama laboratorium

No 21 merupakan isian tentang kesimpulan sementara beserta penjelasannya dari hasil observasi yang dilakukan oleh petugas lapangan terkait suatu kasus/event dengan kesimpulan Non Penyakit atau Suspek Penyakit

Definisi Suspek Penyakit adalah suatu keadaan dimana satwa yang ditemukan (mati/sakit) bukan disebabkan karena perburuan dan atau predator dan atau kematian akibat bencana alam

Definisi Non Penyakit adalah adalah suatu keadaan dimana satwa yang ditemukan (mati/sakit) disebabkan karena perburuan dan atau predator dan atau kematian akibat bencana alam

No 22 merupakan keterangan foto yang diambil (yang selanjutnya harus diunggah ke web)

No 23 merupakan keterangan tindak lanjut yang dilakukan oleh petugas lapangan terkait dengan temuan event/kasus. Tindak lanjut dari kasus suatu event/kejadian termasuk. Tindak lanjut ini dapat mengacu pada table dibawah ini

No Status Hewan Tindak Lanjut
1 Non Penyakit; Tidak Dilindungi; Tidak Alert
  • Pengamanan Lokasi Kejadian
  • Surveilans Kejadian yang Sama
  • Dokumentasi (Laporan Kejadian; Laporan Umum)
  • Lainnya…..
2 Non Penyakit; Dilindungi; Alert
  • Pengamanan Lokasi Kejadian
  • Surveilans Kejadian yang Sama
  • Dokumentasi (Laporan Kejadian; Berita Acara Polhut; Laporan Umum)
  • Lainnya…..
3 Suspek Penyakit; Tidak Dilindungi; Alert
  • Pengamanan Lokasi Kejadian
  • Lakukan Verifikasi oleh Dokter Hewan
  • Surveilans Kejadian yang Sama
  • Dokumentasi (Laporan Kejadian; Laporan Umum)
  • Lainnya……
4 Suspek Penyakit; Dilindungi; Alert
  • Pengamanan Lokasi Kejadian
  • Lakukan Verifikasi oleh Dokter Hewan
  • Surveilans Kejadian yang Sama
  • Dokumentasi (Laporan Kejadian; Berita Acara Polhut; Laporan Umum)
  • Lainnya……

No 24 merupakan keterangan untuk status pelaporan formulir ke UPT KSDA/TN

No 25 merupakan keterangan tambahan terkait formulir. Diharapkan dalah keterangan tambahan juga diberikan keterangan mengenai adanya satwa lain yang menjadi perhatian, kerusakan habitat yang berarti, termasuk berikan keterangan jarak dengan adanya aktfitas manusia (pemukiman, perkebunan, industri, dsb)

Bagian 1.3 Data petugas lapangan yang berpartisipasi

No 26 tanggal pelaporan dengan format dd/mm/yyyy

No 27 Nama, jabatan, no telepon dan tanda tangan dari data petugas yang melaporkan dan berkontribusi/berpartisipasi dalam proses pelaporan

 

Bagian 2 Verifikasi oleh Dokter Hewan

Bagian ini merupakan bagian dari Formulir Umum yang digunakan untuk merekam data hasil verifikasi dokter hewan dari suatu status suspek penyakit yang ditetapkan oleh petugas lapangan, Proses verifikasi dilakukan oleh Dokter hewan berdasarkan penilaian profesional dan kompetensinya dari informasi yang dikumpulkan oleh petugas lapangan (PEH/Polhut/Petugas Lapangan lainnya) pada Bagian 1 (I. DATA LAPORAN AWAL). Untuk menkonfirmasi dan memberikan kesimpulan pada bagian ini. Dokter hewan yang melakukan verifikasi dapat melakukan re-visit lokasi kasus jika diperlukan, melakukan kembali pengambilan sampel jika diperlukan dan melakukan wawancara kepada petugas lapangan jika diperlukan.

Berikut adalah keterangan dari pertanyaan No 28-38 pada Bagian 2.

No 28 merupakan isian keterangan tentang kesimpulan status kejadian dari hasil verifikasi dokter hewan yang didasarkan pada informasi yang telah dikumpulkan.

Pada pertanyaan ini Diagnosa sementara ditegakkan berdasarkan penilaian profesional Dokter hewan dan kompetensi yang dimilikinya.

No 29 Didalam pertanyaan ini juga terdapat detail informasi perihal sampel jika dilakukan pengambilan sampel ulang. Didalam pertanyaan ini terdapat informasi detail dari sampel yang diambil (jika diambil). Isian yang diisi adalah (1) jenis sampel; (2) jenis sampel; (3) tipe pengujain (3) kode sampel (4) tanggal pengambilan sampel dengan format dd/mm/yyyy; (5) waktu pengambilan sampel dan (6) nama laboratorium

No 30 merupakan keputusan apakah dari hasil verifikasi yang dilakukan oleh Dokter hewan diperlukan investigasi lebih lanjut (melalui tim investigasi).

No 31 merupakan rekomendasi Dokter Hewan yang melakukan verifikasi dalam melakukan investigasi lebih lanjut berdasarkan penilain yang dilakukannya (Penilaian Risiko Cepat/Rapid Risk Assesment). Dalam pertanyaan ini Dokter Hewan yang melakukan verifikasi akan merekomendasikana apakah investigasi lebih lanjut hanya dilakukan oleh internal KemenLHK atau memerlukan investigasi cross sectoral (dengan sektor lain, seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan)

No 32 merupakan keterangan tentang apakah kejadian telah dilaporkan ke pusat

No 33 merupakan keterangan tambahan terkait Laporan umum bagian 2

No 34 Tanggal pelaporan ditulis dan nama Dokter hewan serta jabatan dokter yang melakukan verifikasi

No 35 Tanggal pelaporan yang diketahui Kepala BKSDA dan nama pejabat yang mengetahui

No 36 Bagian ini dapat diisi SETELAH MENERIMA HASIL LABORATORIUM. Pada pertanyaan ini diterangkan tentang pengujian yang dilakukan serta diagnosa akhir dan tindak lanjut yang dilakukan setelah menerima hasil pengujian laboratorium

No 37 isian tentang Diagnosa akhir SETELAH MENERIMA HASIL LABORATORIUM

No 38 Keterangan tentang Tindaklanjut yang dilakukan terkait dengan Diagnosa yang ditegakkan.