Panduan Teknis Formulir Laporan Khusus

Laporan Khusus

Laporan khusus adalah laporan lanjutan dari laporan umum jika membutuhkan investigasi lebih lanjut. Laporan ini digunakan untuk merekam hasil investigasi lebih lanjut (investigasi wabah, konfirmasi kasus/event, dsb) yang diisi oleh Dokter Hewan yang ditunjuk (bagian dari Tim Investigasi)

Laporan khusus terdiri dari 2 bagian yaitu:

 

I. DATA INVESTIGASI merupakan data hasil investigasi dari tim Investigasi yang terdiri dari beberapa sub bagian, yaitu:

I.1. Anggota Tim Investigasi

I.2. Kronologis Kejadian

II. TINDAK LANJUT PENANGANAN merupakan bagian 2 yang berisi informasi tindak lanjut penanganan.

 
 
 

I. DATA INVESTIGASI

Bagian ini terdiri dari 7 pertanyaan dalam melakukan proses konfirmasi hasil temuan kasus/event atau investigasi lebih lanjut berdasarkan hasil pelaporan Laporan Umum

No 1-2 berisi tentang pertanyaan tanggal melakukan pengisian pelaporan dan periode proses investigasi dilakukan

No 3 merupakan isian untuk daftar nama Tim Investigasi yang terlibat (Nama, Jabatan, Nama Instansi dan No HP)

No 4 merupakan konfirmasi data spesies yang telah dilaporan pada laporan umum

Pada bagian keterangan lainnya tim Investigasi dapat menceritakan secara lebih lengkap apa saja yang menjadi temuannya terkait dengan satwa yang dilakukan investigasi. Tetapi, jika ada satwa baru yang ditemukan, harap isi Laporan Umum.

No 5 Metode pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Investigasi (hal ini bisa mengacu pada metode pemeriksaan satwa yang ditemukan mati , misalnya nekropsi dan atau metode pemeriksaan dalam melakukan pengujian laboratorium) pada bagian ini juga bisa menceritakan bagaimana kronologis proses investigasi lebih lanjut

No 6 merupakan isian keterangan tentang kesimpulan status kejadian dari hasil investigasi lebih lanjut yang dilakukan oleh tim investigasi yang didasarkan pada informasi yang telah dikumpulkan (laporan umum dan data hasil investigasi lebih lanjut).

Pada pertanyaan ini Diagnosa sementara ditegakkan berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan dan penilaian tim investigasi dan penilaian profesional Dokter hewan dan kompetensi yang dimilikinya. Didalam pertanyaan ini juga terdapat pertanyaan terkait suspek zoonosis (terutama untuk 3 penyakir zoonosis tertarget) dan pihak lain yang dihubungi jika suspek zoonosis.

No 7 merupakan isian detail informasi sampel yang diambil dan dikirim ke Lab untuk dilakukan pengecekan sampel.

 

 

 

II. TINDAK LANJUT PENANGANAN

Bagian ini terdiri dari 8 pertanyaan yang merupakan rekomendasi tindak lanjut oleh tim investigasi kepada pihak yang memiliki otoritas serta informasi lain terkait hal-hal yang dilakukan oleh tim investigasi.

No 8. adalah isian tentang jenis barang bukti/sampel yang dikumpulkan

No 9 foto yang dikumpulkan sebagai informasi hasil investigasi oleh tim investigasi

No 10 merupakan keterangan tindak lanjut yang di lakukan oleh tim investigasi terkait dari hasil investigasi yang dilakukan. Dalam kolom ini juga bisa dipaparkan rekomendasi dari tim investigasi kepada pihak yang memiliki otoritas berdasarkan temuan hasil tim investigasi

No 11 merupakan keterangan tentang proses pelaporan kepada pihak kepolisian jika terkait dengan pelanggaran hukum

No 12 merupakan keterangan tambahan tentang hasil investigasi yang perlu diektahui oleh pemangku kepentingan dalam melakukan proses analisa dan tindakan lanjutan

No 13 Tanggal pelaporan ditulis dan nama Dokter hewan serta jabatan dokter yang melakukan investigasi lanjutan

No 14 Tanggal pelaporan yang diketahui Kepala Tim Investigasi

No 15 Tanggal pelaporan yang diketahui Kepala BKSDA dan nama pejabat yang mengetahui

No 16 Bagian ini dapat diisi SETELAH MENERIMA HASIL LABORATORIUM DAN PATOLOGI.

Pada pertanyaan ini diterangkan tentang pengujian yang dilakukan

No 17 merupakan keterangan tindak lanjut yang di lakukan oleh tim investigasi terkait dari hasil investigasi yang dilakukan.

No 18 merupakan keterangan untuk hasil pemeriksaan patologi jika pemeriksaan patologi dilakukan

No 19 diagnosa akhir dari hasil investigasi lebih lanjut berdasarkan data awal lapangan yang diperoleh dan hasil invesigasi lanjutan serta hasil pengujian laboratorium/patologi.